SEJARAH KOMPI 1 BATALYON A PELOPOR
Keberadaan Satuan Brimob Polda Kaltim tidak dapat dipisahkan dari
sejarah perjuangan Korps Brimob Polri yang lahir pada tanggal 14
Nopember 1945 sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Kepolisian Negara
Republik Indonesia nomer Polisi : Skep/12/78/91 tanggal 14 Nopember
1945, yang mana pada saat itu Korps Brimob Polri bernama Mobile Brigade (
MOBRIG).
Pada Aspek Organisasi Satuan Brimob Polda kaltim telah melalui berbagai
dinamika yang panjang dan pada awal dibentuknya Satuan ini dengan
sebutan MBK (Mobile Brigade Karesidenan) dengan kekuatan satu Kompi dan
hingga saat ini MBK Kaltim senantiasa mengalami perubahan dan
perkembangan organisasi Polri.
Pada tahun 1960 sebutan MOBRIG ( Mobile Brigade) dirubah menjadi Brimob (
Brigade Mobile) , sedangkan Brimob Kaltim Menjadi Kompi 5137 yang
merupakan bagian dari Batalion 823 Kalsel.
Pada tahun 1965 telah diresmikan Batalion 836 yang berkedudukan di
Balikpapan dengan Komandan Batalion saat itu Letnan Satu Polisi R.
Soedjono.
Pada tahun 1973 Batalion 836 Brimob Kaltim berubah nama menjadi Batalion
“ K “ dengan membawahi 4 Kompi yaitu Kompi A , B, C, dan D kemudian
pada tahun 1975 terbentuklah satu kesatuan Brimob ( Satbrimob) dengan
Komandan Satuan ( Dan Satbrimob Dak XIV kaltim ) Mayor Polisi R.
Soedjono , sedangkan Komandan Batalyon “ K “ Brimob Dak XIV Kaltim
dijabat oleh Mayor Polisi Ary Koesnadi.
Berdasarkan Surat Keputusan Kapolri Nomor Polisi : SKEP / 552 / XI/ 1983
tanggal 14 Nopember 1983 tentang Liquidasi Satuan Batalyon Brimob dan
Kompi – Kompi Brimob, maka pada tahun 1984 Batalyon “K” yang terdiri
dari tiga Kompi telah dibubarkan sehingga Satuan Brimob Dak XII Kaltim
tinggal satu Kompi yaitu Kompi 5137 dengan Komandan Kompi Letnan Satu
Polisi Alex Sambouw.
Pada tahun 1996 berdasarkan Jukmin Kapolri Nomor Polisi : Jukmi/
02/XI/1996 tanggal 20 Nopember 1996 tentang Validasi Brimob yang
merupakan pengembangan kembali Brimob diseluruh Indonesia, dimana Satuan
Brimob Polda Kaltim yang semula satu Kompi yaitu Kompi 5137 dibentuk
menjadi 2 (dua) Batalyon Brimob diantaranya :
a. Batalyon “ A “ berkedudukan di Balikpapan yang meliputi wilayah
Balikpapan, Paser, Samarinda, Kutai Kartanegara , Bontang dan Kutai
Barat dengan Komandan Batalyon A Satbrimob Daerah Kaltim adalah AKP
Sugito.
b. Batalyon “ B “ berkedudukan di Tarakan yang meliputi wilayah Berau,
Malinau, Nunukan, dan Bulungan dengan Komandan Batalyon “ B “ belum
terisi ( belum adanya pejabat) dan guna memenuhi jumlah personil Satuan
Brimob Daerah Kaltim maka dilaksanakan perekrutan dari Polisi dinas umum
sebanyak 46 Personil untuk dilatih memiliki kemampuan Brimob dalam
rangka pembentukan Batalyon Brimob tersebut .
Melihat perkembangan situasi dan luasnya wilayah Polda kaltim maka
pada tahun 2001 Satbrimobda Kaltim dibentuk menjadi 3 ( tiga) Batalyon
Brimob ;
a. Batalyon “ A “ berkedudukan di Balikpapan dengan Komandan Batalyon
“ A “ Satbrimob Polda Kaltim adalah AKP Sugito , dengan nama tunggul “
TELABANG “ yang mempunyai makna sebagai pelindung.
b. Batalyon “ B “ bekedudukan di Samarinda dengan Komandan Batalyon “ B “
Satbrimob Polda Kaltim Mayor Polisi Drs. Sidik Prabowo dengan nama
Tunggul “ FUDUT LUK MATU” yang mempunyai makna perbuatan yang baik
c. Batalyon “ C “ berkedudukan di Tarakan dengan Komandan Batalyon “ C “
Satbrimob Polda Kaltim adalah Mayor Polisi Drs. Eko Iswanto, MM dengan
nama Tunggul “ TAMAR RIUNG” yang mempunyai makna Pahlawan yang Sejati.
Pada tahun 2003 berdasarkan Keputusan Kapolri No. Pol. : Kep / 54 / X
/ 2002 tanggal 17 Oktober 2002 tentang Organisasi dan tata kerja Polda,
serta berpedoman pada Surat Kepala Korps brimob Polri No. Pol. : B /
132 / I / 2003 tanggal 27 Januari 2003 tentang penambahan Kompi-kompi
dengan tidak menstrukturkan dalam bentuk Detasemen maka Satbrimob Polda
Kaltim menjadi 8 (delapan) Kompi dengan kedudukan sebagai berikut :
a. Kompi 1 , 2 ,3 dan 4 berkedudukan di Balikapan
b. Kompi 5 dan 6 berkedudukan di Samarinda
d. Kompi 7 dan 8 berkedudukan di Tarakan
Seiring dengan perkembangan jaman dengan keluarnya Peraturan Kapolri
Nomor : KEP/22/IX/2010 tanggal 28 September 2010 yang mengatur tentang
susunan organisasi dan Tata kerja Kepolisian di tingkat daerah yaitu
Kompi 1,2,3 dan 4 yang berkedudukan di Balikpapan berubah menjadi
Detasemen A Pelopor yang berkedudukan di Balikpapan dengan Kepala
Detasemen saat itu Kompol Robby M Samban, S. IK dan telah digantikan
saat ini oleh Kompol Dwi Yanto Nugroho, S.IK yang membawahi 4 Subden
yaitu :
a. Subden 1 Den A Pelopor berkedudukan di Balikpapan yang dipimpin Kasubden AKP Arthur Sameaputty
b. Subden 2 Den A Pelopor berkedudukan di Balikpapan yang dipimpin Wakasubden Ipda Sismono
c. Subden 3 Den A Pelopor berkedudukan di Balikpapan yang dipimpin Wakasubden Ipda Edi Musdwiyono
d. Subden 4 Den A Pelopor berkedudukan di Balikpapan masih berbentuk kerangka
ARTI LAMBANG TUNGGUL DETASEMEN A PELOPOR
Pada tahun 2011 berdasarkan Keputusan Kapolda Kaltim nomor :
KEP/69/II/2011 tanggal 11 Februari 2011 tentang arti lambang kesatuan
tunggul Detasemen – Detasemen Satbrimob Polda kaltim, maka ditetapkan
nama tunggul Detasemen Satbrimob Polda Kaltim adalah sebagai berikut :
“ TANGGAP CENDEKIA WASPADA”
Adapun bentuk, Ukuran , nama dan arti tunggul Detasemen A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim adalah sebagai berikut :
Tunggul Detasemen A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim adalah “ TANGGAP CENDEKIA WASPADA”
Bentuk : sisi kiri lambang Dhuaja Satbrimob Polda Kaltim
Warna : perisai berwarna kuning dengan garis tepi berwarna merah
Gambar : burung sikatan berwarna hitam yang mempunyai arti burung sikatan melambangkan sifat sigap , tepat dan cepat serta memiliki kelincahan dan kecerdasan yang tinggi
Bulu ekor : berjumlah 8 yang melambangkan 8 penjuru angin
Bulu Sayap : berjumlah 14 dan 11 yang melambangkan tanggal dan bulan terbentuknya KorpS Brimob
“TANGGAP CENDEKIA WASPADA” artinya setiap anggota Detasemen A Pelopor
Satbrimob Polda Kaltim wajib dan harus memiliki kepekaan terhadap
perubahan situasi dan siap siaga menghadapi tugas yang dibebankan di
pundaknya serta menjunjung tinggi etika dalam pengabdiannya “ Jiwa
Ragaku Demi Kemanusiaan ““, motto Operasional “ SEKALI MELANGKAH PANTANG
MENYERAH SEKALI TAMPIL HARUS BERHASIL “ dan motto Pembinaan “ TIADA
HARI TANPA LATIHAN “.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar